Sabtu, 13 Desember 2014

Profesi termurah adalah marketing

Profesi marketing, menjual, sales…dan bahasa sejenis lainnya merupakan profesi yang sebetulnya sangat mudah diperoleh. Tidak memerlukan pendidikan atau keahlian khusus, apalagi harus menyogok seseorang. Meski mudah diperoleh, tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menjadi salesman atau marketing yang sukses, Anda harus melengkapi diri dengan pelatihan, ilmu, trik dan sebagainya di dalam perjalanan karir.
 
Tulisan ini membahas berbagai trend “bisnis menjual” saat ini, termasuk MLM dan aneka toko online yang bisa menjadi ide usaha Anda.

Apakah sales, marketing menjanjikan?

Jawabannya adalah, apakah ada usaha di dunia ini yang bisa dijalankan tanpa ‘menjual’ sesuatu apapun. Coca Cola berjualan minuman kemasan, McDonald berjualan ayam dan burger, Toyota berjualan mobil, warung berjualan makanan, salon menjual jasanya, dokter menjual obat dan keahliannya, bengkel menjual jasa perbaikan kendaraan, asuransi dan bank menjual aneka produknya dan seterusnya. Semua usaha bertumpu pada penjualan, alias sales alias marketing.
Menjadi sales tadinya bukanlah profesi yang didambakan masyarakat. Kecenderungan yang salah ini bisa dirasakan dalam kurun waktu 10 tahun yang lalu. Seiring perkembangan waktu, pandangan masyarakat banyak berubah. Pendapatan para sales ternyata sangat besar. Bahkan bisa lebih besar dari gaji bulanan pegawai atau karyawan biasa.
marketing3
Dunia marketing itu penuh dengan dinamika yang menantang.
“Saya sih tidak terlalu mengharap gaji, mas,” kata Rinanti Sirait yang berprofesi sebagai sales mobil Korea. Ditemui di pameran kendaraan di salah satu mall Jakarta Barat ia bercerita bahwa bonus merupakan impian para sales. “Setiap unit yang terjual memberi poin tersendiri untuk menghitung bonus bulanan. Apalagi kalau target tercapai, wah…,” Rinanti tergelak mengindikasikan pendapatan yang memadai.
Pendapatan besar para sales zaman ini memang menggiurkan. Stefan Ardianto, 27, merupakan ‘pengusaha muda’ yang sukses. Usahanya adalah berjualan asuransi. Ia tidak sengaja ‘kecemplung’ di dunia asuransi justru karena pengalaman pahit.
“Saat itu saya baru semester 2, dan orang tua sudah tidak mampu membiayai kuliah saya. Saya terpaksa cuti kuliah tanpa kepastian kapan bisa kuliah lagi. Iseng-iseng saya menemani teman saya menghadiri presentasi asuransi. Saya pikir, kalau orang lain bisa sukses, kenapa saya tidak?” Mulailah perjalanan Stefan menjajakan asuransi. Diakuinya bahwa memasarkan asuransi kala itu tidak mudah. Tetapi setelah ia mendapat satu dua klien, keahliannya juga terasah untuk menutup negosiasi. Apalagi masyarakat juga semakin sadar berasuransi.
“Syukurlah mas, kuliah saya sudah rampung tahun lalu. Bahkan selagi kuliah saya bisa membantu orang tua membiayai adik-adik. Yang paling mengesankan adalah bonus perjalanan wisata keluar negeri. Paling tidak dua kali setahun saya bepergian ke Eropa atau Amerika. Dibayarin full sama perusahaan,” kisah Stefan penuh semangat ala salesman.
Berbincang dengan para salesman memang menggairahkan. Mereka dipenuhi semangat dan optimisme. Kesan ini juga kami tangkap dari perbincangan dengan Gita Setiawan, 30, lajang kelahiran Papua yang menuai sukses dari dunia property. Ia tiba di Jakarta sebagai pengangguran berusia 22 tahun, hanya bermodalkan ijazah STM. Untuk menyambung hidup, berbagai profesi dijalani. Mulai dari menjaga warung kenalannya sampai jadi buruh bangunan. Nasib sebagai buruh bangunan membuka jalannya ke dunia para sales property. Waktu itu ia dimintai tolong oleh si pemilik rumah yang sedang mereka renovasi untuk mencari pembeli rumah tesebut. Tanpa modal atau pengetahuan marketing yang memadai, Gita tanpa sadar telah memulai profesi baru.
“Entah kenapa saya semangat menceritakan rumah tersebut kepada setiap orang yang saya temui. Di warung, di jalan, di halte, pokonya siapa aja. Suatu hari saya melihat mobil yang berkeliling di sekitar kompleks tersebut perlahan-lahan seperti mencari alamat. Saya beranikan diri menanyakan kesulitan mereka. Eh, ternyata mereka mencari rumah. Singkat kata saya memberitahukan bahwa rumah yang kami renovasi tersebut akan dijual pemiliknya. Sekalian saya atur supaya mereka bertemu. Gak tahunya, seminggu setelah itu saya diberi uang lima juta sama si pemilik rumah. Katanya bayaran ‘marketing’… Lha, ternyata marketing pakai modal mulut bayarannya tinggi juga ha ha ha ha,” ia tergelak mengenang titik balik hidupnya. Sejak itu Gita rajin berkeliling menawarkan jasanya pada orang-orang yang ingin menjual rumah.
Belakangan jualannya semakin banyak. Ia pernah ditawari seorang teman untuk bergabung ke perusahaan marketing property yang juga semakin menjamur, akan tetapi Gita menolak. Ia lebih memilih menjalankan usaha sendiri ketimbang menjadi pegawai.
“Saya minta tolong teman dibuatkan website. Soalnya semakin banyak klien yang saya tangani. Website sangat membantu pemasaran saya. Saat ini saya dan beberapa teman sedang menjajaki dunia developer,” terangnya dengan mata berbinar.

Perencana keuangan adalah entrepreneur

Konsep kerja yang diterapkan oleh kami adalah membantu setiap orang, sekaligus membuka lahan bisnis baru bagi profesional dari berbagai latar belakang pendidikan untuk berkiprah dalam bisnis Perencana Keuangan
Kembangkan potensi diri anda sebagai entrepreneur bersama kami

Profesi perencana keuangan  saat ini sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya asuransi. Bahkan di tahun 2014 pemerintah merencanakan untuk menerbitkan undang-undang yang mewajibkan setiap warga negara memiliki asuransi karena pemerintah melihat pentingnya asuransi untuk mengantisipasi masalah keuangan dan sosial yang timbul akibat kepala keluarga (pencari nafkah) tidak bisa bekerja lagi karena sakit, kecelakaan atau meninggal dunia.

Berkarir diIndustri keuangan ( asuransi ) berarti anda juga mempunyai andil dalam memberikan perlindungan finansial kepada keluarga-keluarga di sekitar Anda.

Nah Jangan tunda untuk andil anda kepada masyarakat di sekitar
Persyaratan :
  • Pria / wanita Warga Negara Indonesia
  • Pendidikan minimal lulusan SMU atau setingkat nya
  • Mempunyai motivasi yang kuat untuk sukses dan membantu orang banyak.
  • Pengalaman kerja tidak diperlukan, karena akan mendapatkan training dari perusahaan.
  • Domisili di manapun Anda berada (untuk saat ini diutamakan di Jakarta).
  • Bersedia bekerja part time/full time.
  • Bersedia mengikuti pelatihan di tempat yang ditunjuk.
  • Mengisi dan menanda-tangani aplikasi keagenan.
Benefit :
  • Mendapatkan training yang berkelanjutan untuk menunjang skill Anda
  • Liburan gratis keluar negeri setiap tahunnya
  • Gratis menghadiri seminar selling, motivation, self-improvement dari pembicara-pembicara terkemuka
  • Jenjang komisi yang sangat menarik.
  • Jenjang karir jelas ditambah bonus yang sangat menjanjikan.
  • Support dari team leader untuk membantu anda dipromosikan ke jenjang karir yang lebih tinggi
  • Kegiatan administratif anda akan dibantu oleh sekretaris untuk menunjang produktivitas 

Karir menjadi Financial syariah

Assalamu'alaikum wr wb.,

Kami dari PT Asuransi Sinarmas MSIG Life Syariah  mengundang akhhi/ukhti, ikhwan/akhwat, rekan-rekan untuk bergabung dalam mengembangkan ekonomi syariah, dengan menjadi Financial Advisor  (FA)" = AGEN ASURANSI

Bisa untuk full time / freelance.

Profesi di bidang asuransi syariah saat ini sangat menjanjikan, terbukti dengan
semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya asuransi yang berbasis syariah.
Berkarir di dunia asuransi syariah, berarti kita juga mempunyai andil dalam
memberikan perlindungan finansial kepada keluarga-keluarga Indonesia yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Berdasarkan survey dunia bahwa profesi Agen Asuransi merupakan profesi yang memiliki penghasilan yang sangat tinggi, dimana penghasilan yang ingin Anda capai ditentukan oleh kerja cerdas kita sendiri. Tidak membutuhkan modal, pengalaman & tidak ada resiko serta tidak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi & politik dari suatu negara.

Persyaratan:
1.Muslim/Muslimah dan memiliki wawasan ke-Islam-an,
2.Pendidikan minimal SMU +, lulusan D3-S2 semua jurusan,
3.Memiliki jaringan yang luas, dan menyukai bisang penjualan,
4.Mempunyai motivasi yang kuat untuk sukses dan mejadi kaya,
5.Mempunyai rekening bank karena komisi, bonus dll akan langsung ditransfer oleh perusahaan,
6.Pengalaman pernah menjual/jualan apasaja, dan terbuka juga untuk eks agen asuransi
7.Domisili jabodetabek,
8.Bisa bekerja part time/full time.



Keuntungan menjadi financial asuransi syariah

Seorang  agen Asuransi syariah, ia bekerja dalam rangka mensyiarkan syariah Islam, pekerjaannya halal dan mendatangkan keberkahan serta mengajak orang untuk beramal shaleh dalam lingkup asuransi syariah.
Lebih dari itu, marketing syariah bukan hanya “bekerja”, namun ia juga berdakwah menuju hidayah Allah SWT.

Apa saja Keuntungan Bekerja Sebagai seorang Marketing Syariah jika dilihat lebih jauh dari sudut pandang Syariah itu sendiri ;


1.Pekerjaan sebagai Marketing Asuransi Syariah Lebih Mulia Daripada Khumrin Na’am

Apa khumrin na’am?


Khumurin naam adalah unta berbulu merah yang merupakan simbol harta terbaik yang dimiliki orang arab pada zaman Rasulullah SAW.


Dalam hadits digambarkan bahwa mengajak orang lain untuk berbuat baik “sesuai” dengan hidayah Allah SWT, akan mendapatkan “balasan” yang lebih baik daripada “khumrin na’am.”


Dalam konteks berasuransi, mengajak orang lain untuk berasuransi secara syariah sesuai dengan tuntunan Islam, adalah termasuk dalam “mengajak orang lain untuk berbuat baik sesuai dengan hidayah Allah SWT.


Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui kamu itu lebih baik bagimu daripada unta merah. (HR. Bukhari)


Tafsir makna khumrin na’am menurut para ahli hadits :

Yaitu unta (berbulu/ berkulit) merah. Ia merupakan harta paling berharga bagi bangsa Arab

2.Pahala Yang Terus Menerus Mengalir

Allah akan memberikan pahala yang tiada akan terputus terhadap orang yang “memprospek” orang lain melakukan kebaikan, selama orang tersebut mengamalkan apa yang kita ajarkan.
 


Konsep kebaikan dalam Islam adalah bahwa setiap perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan juga. Dan memprospek orang lain untuk berasuransi secara syariah, merupakan bentuk dari mengajak orang lain melakukan kebaikan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya Rasulullah SAW bersabda :

“Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, 
“Barang siapa yang mengajak pada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun. Dan barang siapa yang mengajak pada suatu keburukan maka ia akan mendapatkan dosa seperti dosa orang mengikutinya tanpa mengurangi dosa orang tersebut sedikitpun.” (HR. Muslim)

3.“Fadhilah” Silaturahim
Diantara konsekwensi marketing adalah “harus” melakukan prospek dari satu orang ke orang lain, dan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Semakin banyak orang yang diprospek dan semakin banyak tempat yang dikunjungi, akan semakin banyak “benefit” yang diterimanya. Sehingga seorang marketing syariah adalah seseorang yang paling banyak prospeknya dan insya Allah yang paling banyak juga clossingnya.
Salah satu benefit dari silaturahim adalah “lapang rizkinya” dan “panjang umurnya”.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :
Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menginginkan rizkinya dipalangkan dan dilanggengkan nama baiknya, maka hendaknya ia “menyambung” tali silaturahimnya.
(HR. Bukhari)

4.Mendatangkan Keberkahan
Ketika terjadi transaksi (baca ; clossing) terhadap satu objek, maka Allah SWT akan memberikan keberkahan pada “proses clossing” tersebut, selama dilakukan secara “compliance” dengan syariah.
Compliance yang dimaksud minimal harus memenuhi dua kriteria;
Kejujuran
Kejalasan (tidak gharar)
 

Sehingga “ujrah” dari “clossing” yang didapatkan oleh marketing, bukan hanya bernilai halal, namun lebih dari itu, ujrah tersebut juga BERKAH.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda :
Dari Hakim bin Hizam ra, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, “Dua orang penjual dan pembeli boleh melakukan khiyar selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya benar (jujur) dan menjelaskan keadaan barang (yang diperjual belikan), maka keduanya akan diberikan keberkahan dalam jaul belinya. Dan jika keduanya menyembunyikan dan berdusta, maka akan dihapuskan keberkahan jual belinya. (HR. Bukhari Muslim)

5.Diampuni Dosa-Dosa

Benefit lainnya yang sangat berharga bagi seorang marketing syariah adalah, mendapatkan ampunan dari Allah SWT atas segala dosa-dosanya.
Karena marketing syariah, ia bekerja dalam rangka mensyiarkan syariah Islam, pekerjaannya halal dan mendatangkan keberkahan serta mengajak orang untuk beramal shaleh dalam lingkup asuransi syariah.

Lebih dari itu, marketing syariah bukan hanya “bekerja”, namun ia juga berdakwah menuju hidayah Allah SWT.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan :
Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya, maka ia dapatkan sore hari tersebut dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. (HR. Thabrani)

6.Dijanjikan Surga.

Marketing syariah, diberi kabar gembira oleh Rasulullah SAW berupa “jannah”. Ia akan dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin dan juga syuhada’.

Dalam sebuah hadits digambarkan :
Seorang pebisnis yang jujur lagi dapat dipercaya, (kelak akan dikumpulkan) bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’. (HR. Turmudzi)

Jadi bagi rekan rekan yang belum memarketingkan ( mensyiarkan )asuransi syariah kini saatnya untuk memulainya,jadikan asuransi syariah sebagai sebagai bagian dari kebangkitan Ekonomi Islam Pada Khususnya,dan Kebangkitan Islam Sendiri secara Luas.

Siapa perencana keuangan ?

Seorang perencana keuangan akan menggunakan proses perencanaan keuangan untuk menolong Anda mendapatkan cara bagaimana mencapai tujuan-tujuan keuangan. Perencana keuangan dapat melihat secara gambaran besar” seluruh kebutuhan atas situasi keuangan keluarga dan membuat rekomendasi perencanaan keuangan yang cocok, termasuk membuat anggaran dan menabung, perencanaan pajak, investasi, asuransi dan pensiun. Pendekatan menyeluruh atas tujuan-tujuan keuangan 

Anda inilah yang membedakan perencana keuangan dengan penasehat keuangan lain. Penasehat keuangan yang terspesialis mungkin hanya dilatih untuk fokus pada area tertentu dalam situasi keuangan, sementara perencana keuangan memberikan adivise lebih komprehensif.
Profesional yang Bekerja sebagai Penasehat Keuangan (Financial Advisor)
PERENCANA keuangan merupakan salah satu bagian dari penasihat keuangan. Dengan pendidikan yang tepat dan pengalaman yang memadai, masing-masing dari beberapa penasihat dibawah ini dapat membawa Anda melewati proses perencanaan keuangan.
Akuntan; Akuntan menyediakan jasa nasihat atas masalah pajak dan membantu Anda menyiapkan dan mengajukan laporan pajak Anda ke Direktorat Jenderal Pajak.
Perencana Keuangan (Financial Planner); Di Indonesia, perencana keuangan yang menyediakan jasa perencanaan keuangan untuk klien mereka. Dan sebagai standar profesi, diterbitkan gelar profesi perencana keuangan. Untuk standar internasional seperti Certified Financial Planner (CFP) atau Chartered Financial Consultant (ChFC). Untuk standar lokal, FPAIndonesia mengeluarkan gelar Registered Financial Planner – Indonesia (RFP – Indonesia).
Agen Asuransi Agen asuransi yang telah memiliki ijin menjual seperti Certificate in Unit Linked yang telah memiliki ijin menjual  dapat menjual produk unit linked  kepada klien mereka.
Penasehat Investasi; Seseorang yang ingin memberikan nasihat invetasi harus memiliki ijin dari BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) sebagai Wakil Manager Investasi.
Pialang Saham; Pialang saham adalah orang telah memperoleh ijin dari BAPEPAM sebagai wakil perantara pedagang efek di pasar modal untuk kepentingan kliennya

Perencana keuangan dalam islam

KONSEP Rezeki sebenarnya bukan hanya harta. Rezeki adalah segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya (Ar Rizqu – Asy Sya’rawi, Mutawalli). Rezeki merupakan kenikmatan lahir batin yang Allah Ta’ala berikan di dunia dan akhirat (fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah).

Harta memang berperan penting dalam kehidupan muslim. Namun, harta yang menjadi rezeki menurut sabda Rasulullah S.A.W., hanyalah:
1. Apa yang Anda makan menjadi kotoran
2. Apa yang Anda pakai menjadi sampah
3. Apa yang Anda sedekahkan menjadi abadi
 

Memahami bahwa harta adalah bagian dari rezeki yang Allah Ta’ala berikan, sangat penting bagi anak dan keluaga, agar meningkatkan keimanan dan rasa syukur. Banyak sekali orang yang menyibukan dirinya dengan apa yang diciptakan untuk mereka. Memang dunia ini dengan segala kebaikannya diciptakan untuk manusia. Sedangkan manusia diciptakan untuk mengabdikan diri pada Allah Ta’ala. Mengabdi diri pada Allah Ta’ala bukan hanya menunaikan shalat, zakat, shaum, haji. Akan tetapi merupakan suatu metode hidup yang saling melengkapi.

Memakmurkan bumi ini menjalin hubungan dengan segenap mahluk Allah Ta’ala, termasuk sesama manusia. Allah Ta’ala memberikan kehormatan kepada mahluk-Nya dalam mencari, mengelola, dan membelanjakan/ memberi/ menyalurkan rezeki kepada sesamanya.

Mengapa merencanakan dan mengelola HARTA itu penting bagi seorang muslim?

Menurut Safir Senduk dalam bukunya Merencanakan Keuangan Keluarga, beberapa alasan kenapa memerlukan Perencanaan Keuangan, yaitu; adanya tujuan keuangan yang ingin dicapai, tingginya biaya hidup dari waktu ke waktu, keadaan perekonomian Indonesia tidak selamanya baik (ada kalanya krisis), fisik manusia tidak selamanya akan selalu sehat, serta banyaknya produk keuangan yang ditawarkan.

Imam Fakhruddin ar-Razy rahimahullah berkata, “Harta (al-maalu) disebut harta (maal) karena setiap orang banyak condong dan cenderung kepadanya. Cenderung dalam baha arabnya adalah mailun, berasal kata: Maala, Yamiilu, maa’ilun, dan maalun. Karena itulah secara tabiat harta disukai manusia. Penyebabnya adalah kesempurnaan, harta merupakan sebab menggapai penyempurnaan kemampuan hak manusia. 

Banyak harta akan mendatangkan kekuatan dan kesempurnaan kemampuan manusia. Bertambahnya harta mengakibatkan bertambahnya akan semakin bertambahnya kemampuan seorang manusia.” Menurut Al Qur’an sendiri, setidaknya ada beberapa hal penting, mengapa perencanaan keuangan perlu dilakukan, setidaknya ada 4 alasan utama, yaitu:

1.Harta Sebagai Cobaan. Firman Allah Ta’ala dalam surat ke-8 (Al Anfal) ayat 28:
01
”Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”
Cobaan berarti luas, firman Allah Ta’ala dalam surat ke- 34 (Saba’) ”Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).”…….”

Begitupun dalam surat ke 2 (Al Baqarah) ayat 268, ”…..Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); …..”

Kita mengetahui bahwa rezeki di dunia ini untuk seluruh makhluk, untuk orang mukmin (beriman) dan orang kafir (tidak beriman), karena rezeki itu merupakan karunia Rububiyah. Karunia Rububiyah itu adalah apa yang memberikan manfaat kepada mahluk yang beriman kepada Allah dan yang tidak beriman kepada-Nya. Oleh karena itu, kita bisa melihat banyak juga orang yang semata-mata bekerja tanpa dilandasi dengan iman, seolah-olah lebih banyak menikmati karunia-Nya daripada yang mukmin. 

Padahal boleh jadi keberlimpahannya itu sebagai ujian (cobaan) atas karunia-Nya di dunia, jika tidak diimani maka keberlimpahan itu tidak akan didapat lagi di akhirat seperti yang Allah Taa’la gambarkan dalam surat ke 11 (Hud) ayat 15-16.

2. Harta Sebagai Amanah (menunaikan hak-hak harta setelah didapat), seperti firman Allah dalam surat ke- 6 (Al An’aam) ayat 141,
02
”….. Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
3. Mengoptimalkan Harta. Agar menambah syukur nikmat, menghindari sifat buruk manusia dalam hal harta (kikir & boros). Allah SWT menerangkan Al Isra (17:26) “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”. 

Allah Taa’la menggambarkan dalam Al Qur’an surat ke 25 ayat 67 sebagai sikap cermat dalam pengelolaan keuangan seorang muslim,
03
”Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.”

4. Harta Berperan Penting dalam Kehidupan/ Ibadah Seorang Muslim. Banyak sekali kaitan harta dengan ibadah seorang muslim. Maka tak heran ketika Rasulullah SAW dan para sahabatnya hijrah ke Madinah, maka yang dibangun hanya 2, yaitu: Masjid dan Pasar. Dari sinilah Masyarakat madani dibangun. 

Masjid dijadikan pusat pendidikan (tarbiyah), dijadikan pusat pemerintahan, juga dijadikan pusat ibadah. Sementara pasar dijadikan tempat untuk membangun ekonomi umat. Ekonomi Islam dalam Masyarakat Madani punya posisi tawar yang kuat. Untuk itulah perencaanaan keuangan juga diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi yang sesuai dengan kaidah Islam.

Selain kewajiban berusaha & menafkahi keluarga seperti diperintahkan Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 233, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.” Juga harta berperan penting dalam kehidupan muslim lainnya selain zakat, infaq, shadaqah, berqurban, juga berhaji & umroh. Dalam surat ke-3 (Ali ‘Imran)  ayat 97, Allah Ta’ala menegaskan,
04

Perencanaan keuangan sudah ada di zaman nabi Yusuf

PERENCANAAN keuangan bisa dibilang ilmu baru di Indonesia yang mulai dipraktekkan pada akhir 1990-an atau awal 2000-an. Di negara-negara maju, justru telah populer sejak puluhan tahun sebelumnya.

Sejatinya, ilmu perencanaan keuangan sudah dipraktekkan puluhan ribu tahun silam. Di antara bukti sejarahnya, kisah Nabi Yusuf AS yang membuat dan mempraktekkan strategi menghadapi masa paceklik.

Al-Quran mencatat kisah Yusuf menerjemahkan mimpi Raja Mesir. Dalam tidurnya, sang raja melihat 7 ekor sapi gemuk yang digantikan 7 ekor sapi kurus serta gandum berisi digantikan gandum kering.

Banyak orang yang telah diminta pendapat mengenai arti mimpi tersebut. Tapi hanya Yusuf yang bisa memberi tahu maknanya. Katanya seperti tersirat dalam sejarah, akan datang 7 tahun masa panen, yang kemudian diikuti 7 tahun masa paceklik. Setelah itu, masa subur Mesir akan kembali.


Seperti kita tahu, sejak zaman dahulu kala, pertanian Mesir sangat bergantung pada Sungai Nil. Jika sungai mengalirkan airnya dengan baik, wilayah Mesir subur dan hasil panennya melimpah. Tapi, bukan tidak mungkin Sungai Nil mengering atau bahkan meluap.


Usai memaknai mimpi, Yusuf melanjutkan nasihatnya pada sang raja. “Hendaklah engkau bertanam 7 tahun lamanya sebagaimana biasa. Maka apa yang engkau tuai hendaknya kau biarkan di bulirnya, kecuali sedikit untuk engkau makan.” [Surah Yusuf ayat 47]


Selain membuat prakiraan kondisi di masa depan, Yusuf juga memberikan solusinya. Mengingat 7 tahun masa panen diikuti 7 tahun masa paceklik, hendaknya kita menyimpan hasil panen tetap dalam bulirnya sebagai cadangan saat paceklik tiba.


Sejarah membuktikan, walaupun menghadapi masa paceklik, rakyat Mesir tetap Makmur lantaran ada yang disimpan dari hasil panen sebelumnya. Sampai rakyat dari negeri tetangga yang kelaparan pun meminta bantuan mereka.


Bagi kita yang hidup di zaman sekarang, masa panen adalah masa produktif bekerja atau berbisnis. Masa pacekliknya, yaitu pensiun kelak. Hendaknya kita juga menyimpan hasil panen saat ini untuk menghadapi masa paceklik nanti.


Menariknya dari perkataan Yusuf adalah agar tetap menyimpan hasil panen dalam bulirnya, kecuali sedikit untuk dimakan. Saya mendapatkan kesan dari ayat ini bahwa hasil produksi kita sekarang seharusnya disimpan terlebih dahulu kecuali sedikit yang dikonsumsi. Bukannya dibelanjakan dulu, jika ada sisa lalu disimpan.


Terinspirasi dari kisah ini, saya menggunakan istilah “saving dulu, baru shopping”, seperti termaktub dalam buku saya yang berjudul: “Habiskan Saja Gajimu”. Model belanja dulu kemudian menyimpan, ternyata tidak efektif.


Hal kedua yang menarik dalam pernyataan Yusuf, yaitu panen 7 tahun dan paceklik 7 tahun. Secara logika matematika, mestinya separuh disimpan dan separuh dimakan bisa mencukupi. Tapi ayat tadi memerintahkan untuk makan sedikit saja, atau kurang dari setengah. Kenapa?


Nilai gandum memang tidak akan berkurang jika disimpan dalam bulirnya. Tapi, jumlah penduduk Mesir tentu bertambah banyak selama 7 tahun tersebut. Maka diperlukan jumlah gandum yang lebih besar untuk memberi makan rakyat di masa depan.


Dalam konteks kehidupan sekarang, ini yang kita sebut sebagai inflasi.  Nominal uang yang kita simpan mungkin tetap atau bertambah, tapi harga-harga bertambah mahal. Maka strategi yang bisa kita tiru adalah memperkecil konsumsi, perbesar investasi.


Tanpa harus punya keahlian membaca mimpi seperti Nabi Yusuf, kita sudah tahu bahwa harga-harga naik di masa depan. Kita sudah faham kebutuhan bertambah besar seiring perkembangan keluarga. Kita pun mafhum akan menghadapi masa tidak produktif saat pensiun.


Akankah kita diam saja? Atau lakukan sesuatu seperti Nabi Yusuf lakukan?

Salam Berkah,